Lukisan Asli Atau Palsu?

Di Sabtu pagi hangat cerah aku berkendara perlahan karena jalan masih longgar dan pada saat yang sama sedang mencari jalan ke lokasi sebuah pertemuan. Demam Batu Akik masih terlihat di sepanjang jalan ibukota, termasuk di daerah Jatinegara. Ada yang agak berbeda di antara gelaran batu cincin di trotoar itu. Dari kendaraanku bisa terlihat sesuatu yang sangat mencolok karena ukuran besarnya dan warnanya yang meriah sangat kontras dengan sekelilingnya. Ada selembar kanvas lukisan tanpa pigura dibentangkan di samping seorang pedagang batu akik.

Walau bukan seorang yang paham lukisan, tapi melihat lukisan itu aku dapat kesan bahwa itu bukan sebuah lukisan biasa yang lumrah dijual di pinggir jalan. Kesan itu kudapat karena warna warninya tak biasa, cerah dan hidup dan ekspresi tokoh itu khas, mulutnya monyong mirip dengan gaya anak sekarang berfoto. Rasanya pernah kulihat lukisan dengan gaya seperti itu di media. Tanpa turun dari kendaraan bisa lebih kuperhatikan kelihatannya ada tanda tangan dengan inisial H.

IMG_5381.JPG

Tanda tangan dengan inisial H. Siapa pelukis Indonesia tersohor dengan inisial H? Mungkinkah itu H dari Hendra? Apakah itu Hendra yang karyanya banyak dikoleksi Bung Karno? Aku lupa nama lengkap salah satu pelukis terkenal Indonesia itu.

Melihat lukisan itu terus terang aku jadi terus berpikir. Bagaimana kalau itu lukisan itu asli? Bagaimana dan bagaimana terus bermain di kepalaku.

Sesampai di rumah tak tahan dengan pertanyaan dan segala kemungkinan tentang lukisan itu, aku langsung berselancar. Dengan kata kunci lukisan Hendra kucari lukisan yang mirip dengan itu. Ada memang lukisan dengan tokoh wanita yang bermulut monyong karya Hendra Gunawan. Tapi aku belum melihat ada lukisan yang persis sama.

Aku juga dapat pengetahuan baru mengenai Hendra Gunawan (Bandung, 1918-1983) salah satu pelukis hebat dan bahkan dijuluki sebagai satu dari sekian Maestro Seni Lukis Indonesia, setara dengan Raden Saleh, Afandi, Basuki Abdullah, S Sudjoyono, Popo Iskandar, Srihadi Sudarsono, Joko Pekik dan Jeihan. Lukisan karya Hendra Gunawan banyak melukiskan tentang kehidupan pedesaan pada jamannya, seperti: Panen Padi, berjualan buah, suasana panggung tari-tarian, dll. Beliau sangat berani dengan ekspresi warna kontras dan goresan-goresan tebal/ bertekstur. Gaya lukisannya adalah Ekspresionisme, dan lukisannya banyak dikoleksi orang terkenal di negeri ini.

Dari berselancar ini jadi tahu ada banyak lukisan para maestro yang dipalsukan, dilukis ulang oleh orang lain, lalu lukisan itu dikoleksi kolektor, galeri dan museum terkenal. Lalu, lukisan di Jatinegara itu asli atau palsu? How do I know? Katanya kalau lukisan palsu diakui palsu ya tidak apa-apa, tetapi kalu diakui asli itu yang masalah.

51 thoughts on “Lukisan Asli Atau Palsu?

  1. Beby berkata:

    Kalok lukisan aliran ekspresionisme itu lebih cenderung ke kontras warna ya, Kak.. Aku jugak baru denger nama pelukis Hendra Gunawan..

  2. indahmumut berkata:

    Aku ga paham soal lukisan & satu2nya lukisan yg pernah dibeli papaku jaman dulu adalah lukisan ikan koi.. Hahaahha
    Ngomong2, itu yang jago jiplak daripada dia jiplak punya orang, kenapa ngga bikin karya sendiri yg bagus yah.. Kan siapa tau karyanya sendiri bisa sejajar sama lukisan yg dijiplaknya itu…

  3. hanif berkata:

    yang paham seni dan lukisan pasti merasa berdebar, karena lukisan sekelas maestro ditemukan di tempat yang tidak terduga. Tapi asli atau bukan juga bingung klo gak di cek langsung.🙂

  4. Gara berkata:

    Kalau ternyata lukisan di pinggir jalan itu adalah lukisan asli, bagaimana ya Mbak… (tiba-tiba berpikir seperti ini saja sih saya :hehe).
    Ilmu baru soal pelukis Indonesia! Selama ini saya tahunya cuma S. Sudjojono yang lukisannya ada di MSJ, yang tentang Sultan Agung, Jan Coen, dan peperangan 1628 :hehe.

  5. NisadanChicco berkata:

    aku kurang paham lukisan si Mba, tapi suami dan mertua seneng banget berburu lukisan antik dengan sekilas lihat apalagi pas pegang mereka tuh kadang dah bisa bedain mana asli atau palsu hehehe

    • MS berkata:

      waah.., itu berarti beliau berdua udah lama gaul dengan lukisan ya.,, bisa tau ya dari cuma megang aja

      apa karena kanvas dan catnya beda?

  6. bintangtimur berkata:

    Iya mbak, apalagi buat orang yang awam lukisan seperti saya, lukisan palsu atau asli itu pasti tidak bisa dibedakan…ngomong-ngomong, mbak Monda itu teliti, rajin dan ulet banget ya…ehm, jadi tau deh, kayaknya itu tiga syarat penting untuk jadi dokter gigi…hehe…apa kabar, mbak?

  7. dani berkata:

    Saya pernah baca kalo memang ada yang menspesialisasi mereproduksi lukisan-lukisan terkenal dan mereka akui itu memang repro dan dikoleksi juga. Makasih Mbak Monda. Jadi belajar soal seni lukis Indonesja.

    • MS berkata:

      iya teh.., kl aku mah mending beli yg murah tapi asli
      daripada beli mahal2 ke terus di bandara disilet bawa2 palsu he..he..

      • nengwie berkata:

        Waaaah ada ya yg d sampai disilet gitu..?? euuhh malunyaaaa…

        Saya mah tidak termasuk yg suka beli tas atau sepatu atau baju eda… Jadi ya ngga heran kalau yg dipake itu lagi..itu lagii..selama belum rusak atau sempiiiit..hihi yg terakhir itu tanda buat mulai memperhatikan badan😀

  8. zilko berkata:

    Kalau karya lukisan menurutku masih “wajar” ya untuk “dipalsukan”. Soalnya yang asli kan cuma ada sebiji aja, hehehe😛

    • monda berkata:

      ha..ha.., iya lukisan nggak pernah dibuat dua ya
      tapi pemalsu itu kok bisa buat yg mirip banget ya
      aku pernah lihat lukisan van Gogh tiruan dibuat orang sini .. mirip menurutku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s