Berkurban di Masjid Kampung Kami

Masjid

Suatu kali kaum kerabat berembuk untuk pulang bersama dan berkurban di kampung, banyak famili yang masih  perlu dibantu.  Walau keluarga inti tak ada lagi di sana, ada tujuan lain yaitu mengenalkan  generasi yang  besar di rantau pada akarnya dan pusakanya.

Bangunan masjid  kampung Simaninggir, Sipirok,  biasa menjadi tempat berkumpul. Lokasinya di jalan raya  antara Padang Sidempuan  dan Sibolga. Beberapa ekor kambing dan sapi dikurbankan di depan masjid disaksikan seisi kampung.  Kampung sunyi sepi jadi hidup bersemangat.

Di bagian pemandian wanita ada sebuah sumur  tua dalam  berair jernih  dengan dinding hijau   karena lumut  dan pakis liar. Ada juga  kolam semen besar untuk penampungan air. Di area ini daging sapi dibersihkan, dibagi dan sebagian lagi   diolah dan dimasak di atas tungku. Aroma yang timbul sungguh   membelai hidung, paduan wangi   kuah gulai  menggelegak dan kayu bakar membara. Wajan, kuali dan  sudip  raksasa sehingga menjadi tugas kaum bapak untuk mengaduknya.

Santap  siang bersama pun tiba. Tua muda  duduk bersila di dalam masjid  menghadap piring kosong. Seorang bapak membawa baskom nasi, menyendok  nasi  munjung dengan piring , menuangkannya ke piringku lalu seorang lagi  meletakkan  potongan besar gulai daging. Porsi jumbo yang menyeramkan untuk anak-anak seusiaku, dan langsung mogok makan. Bapak tua di sebelah  bisik-bisik “lehen ma di ompung” (untuk ompung) dan pindahlah isi piringku.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis : 1001 Kisah Masjid”

 

Words count : 208

Kabut di Masjid Raya Bayur

Masjid Raya Bayur

Sebuah masjid   indah hasil  kerja sama masyarakat  setempat dan kaum perantau kini menjadi persinggahan wisatawan untuk  menghadap Sang Khalik. Dari Bukittingi, setelah sampai di ujung kelok 44 belokkan kendaraan ke kanan ke arah Lubuk Basung. Lokasi tepatnya di Nagari Bayur,  kabupaten Agam.

Kabut mendung  sore itu melingkupi bangunan masjid paduan gaya Thailand dan Minangkabau. Udara sejuk dan ketenangan alam pesisir danau yang   syahdu bikin betah duduk di dalamnya menekur  penuh rasa syukur.  Kolam air mancur di bagian depan, tampilan yang banyak kulihat di masjid-masjid Minangkabau, pun  .  jadi tempat santai sesaat sebelum melanjutkan perjalanan.

Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog theordinarytrainer.com