Tumis Kembang Durian dan Matoa

Dua tahun yang lalu baru ngerti ada kuliner daerah bernama tumis kembang durian.  Dari namanya sudah jelas kan bahan dasarnya. Meski ada rasa penasaran dan ingin tahu rasa makanan ini, tapi aku ya nggak cari ke mana-mana, nggak cari ke rumah makan Betawi di sekitar sini.  Orang Betawi sendiri  menyebutnya tumis karuk.

Beberapa tahun lalu ketika berangkat kerja di pagi hari  kami sering menemukan pemandangan yang  menimbulkan rasa ingin tahu. Di  tepi jalan yang kami lewati itu di bawah sebatang pohon durian besar  ada  seorang ibu yang menunduk memunguti  kembang durian yang berguguran di tanah.  Sayangnya sekarang pohon durian besar itu sudah ditebang dan tak ada lagi pemandangan unik itu.Tiba-tiba saja sebulan lalu, seorang teman lama yang  jago masak  kirim  makanan unik ini. Kejutan, tentunya. Di pasar dekat rumahnya ada yang menjual kembang durian.  Kembang durian   ini kubilang  rasanya perpaduan antara jamur tiram dan daging ayam, he..he… nggak bisa kasih deskripsi jelas. Rasanya makin maknyus karena  ada gurihnya udang dan tomat hijau.

Tumis Kembang Durian

Buah matoa  (Pommetia pinnata) akhirnya juga bisa dicicipi, dibawakan oom abang. Matoa  itu flora identitas propinsi papua Barat, tapi kini di Jabotabek  makin sering kulihat pohon ini .  Rasa buah matoa ini mirip lengkeng dan rambutan. Mudah-mudahan beberapa tahun ke depan bisa  makan buah matoa lebih banyak lagi. Pohon matoa yang ditanam di depan rumah setengah tahun lalu sudah  sama tingginya denganku. Bibitnya perolehan dari teman  yang menyemainya dari biji.

buah matoa

Rendang Lokan

Panen oleh-oleh di setiap kantor atau di perumahan bila selesai lebaran sudah hal jamak.  Pasti di kantor anda juga begitu ya…
Semua teman yang mudik biasanya bawa buah tangan makanan yang khas dari kampung masing-masing.  Makanan  itu berupa makanan kering yang sudah dikemas cantik atau bawa buah-buahan seperti salak Pondoh.

Tahun ini ada  kerabat  yang membawakan  oleh-oleh rendang lokan, makanan khas dari Painan Sumatera Barat. Lokan itu sejenis kerang yang didapat di sekitar muara sungai. Oom abang dulu pernah punya pengalaman mencari lokan sewaktu KKN.  Di lokasi KKN itu ada sungai jernih sehingga terlihat sekali lokan di dasar sungai,  hanya dengan meraup saja sudah dapat.  Tetapi, ketika hendak lebih ke tengah lagi dilarang oleh penduduk, karena katanya lokan itu tempat tidurnya buaya, he..he…, dia langsung kabur naik ke daratan.

Rendang Lokan

Rendangnya enak banget lho,  rendang rumahan yang bumbu-bumbunya pilihan dari bahan terbaik sehingga keluar semua cita rasa rendang  ranah Minang  yang asli ditambah    rasa daging lokan yang agak kenyal, berbeda dengan rasa rendang daging.  Nikmatnyaaa….., sampai dibawa lagi untuk bekal makan siang di puskes.  Rendang lokan bawa kenangan masa lalu. Habisnya sudah lama sekali tidak makan rendang kerang, yang hampir mirip rasanya dengan rendang lokan ini.  Terakhir makan rendang kerang itu ketika dibawa nantulang dari Medan.

Ketika di Medan dulu memang sering sekali makan rendang kerang atau kerang rebus dengan sambal nanas.  Seringkali di rumah opung pesta kerang he..he.., karena salah satu besan opung berasal dari Tanjung Balai, daerah yang dikenal sebagai sumber hidangan laut.  Kalau datang kiriman kerang sekarung dua karung yang jumlahnya tak akan habis hanya oleh keluarga inti. maka diundanglah saudara lain untuk bantu menghabiskan. Acaranya biasanya sampai malam kerumunan di halaman tengah dekat dapur, ada yang merebus kerang di panci besar ada yang memarut nanas, kami anak-anak tinggal tunggu kerang matang dan langsung serbu. He..he.. jadi nostalgia deh..

Cemilan Makaroni Goreng

Iseng-iseng ingin buat cemilan dengan bahan sederhana yang ada di rumah, karena biasanya kalau harus belanja dulu malah jadi tertunda buatnya. Lihat di lemari ada makaroni dan korned, ingin buat makaroni panggang kok bahannya kurang lengkap, akhirnya cari resep dunia maya. Kudapat resep dari sini. Resep ini praktis karena mudah membuatnya dan tak pakai lama dan yang penting cukup disuka anak.

Bahan :

100 g Makaroni direbus
100 g Korned
1 buah Bawang Bombay kecil diiris halus
2 butir telur ayam
saus tomat secukupnya
saus sambal secukupnya
garam
merica
minyak goreng

Cara Membuat :

bawang bombay ditumis sampai harum, campurkan dengan makaroni dan korned
masukkan telur ayam, aduk rata
tambahkan saus tomat, saus sambal dan garam secukupnya
bentuk adonan menjadi bulatan dengan bantuan sendok dan goreng sampai matang

20130412-122300 PM.jpg

Pie Susu Kue Kenangan

Sewaktu dulu tinggal di Papua ada kue favorit yang enak banget. Kue itu baru pertama kalinya kami cicipi. Namanya kue lontar, egg tart atau rhum taart.

Jaman itu kan masih jarang orang berjualan kue, jadi kalau sedang kepingin makan kue itu, kami mengajak tante Zeth menginap  dan membuat  kue di rumah kami. Oom dan tante Zeth itu LDR,  jadi di rumahnya yang hanya ditempati si oom  tak ada peralatan membuat kue. Hanya bila tante datang dari Ambon,  kami bisa menikmati kelezatan kue buatannya. Si tante ini adalah istri oom Zeth,  pengemudi  di kantor papa. Kue-kue buatan si tante ini enak sekali, tetapi yang paling top ya rhum taart itu. Kue ini kabarnya khas dari Indonesia Timur, khususnya Papua. Entahlah, mungkin karena di Indonesia Timur itu memang masih  banyak  pengaruh masakan barat.

Kue lontar itu khas sekali. Cetakan kuenya memakai piring keramik kuno warna biru bergambar ikan. Kurasa mama masih punya piring ini. Dasar piring ikan ditutupi dengan kulit pie. Bagian tengahnya diisi adonan yang disebut custard. Custard ini lembut dan halus karena banyak kandungan susu dan telur. Tetapi bagian yang paling kusuka justru pinggiran kulit pie yang dibentuk terpilin seperti  bagian tepi kulit lumpia. Bagian ini terasa renyah.

Ketika mendengar nama pie susu dan melihat foto pie susu asli enak kuperkirakan itu adalah kue kenangan kami. Jadi penasaran.

IMG_0983

Akhirnya memang ada kesempatan mencicipi pie susu yang ternyata rasanya tidak terlalu jauh  berbeda dari kue kenangan itu. Hanya ukurannya tentu jauh berbeda. Pie susu ini mungil, beratnya  kurang lebih 38 gram.  Tapi sekarang kan memang sedang musimnya kue mungil, alias kue yang bisa sekaligus masuk mulut. Konsistensi custard juga beda. Pie susu  agak lebih padat, jadi tak mudah remuk dalam pengiriman. Soal rasa, kulit pienya juga renyah, custard manisnya sedang dan tak bikin eneg.

IMG_0985

Oh..,jadi gampang sekarang ya kalau kepengen kue lontar  atau pie susu tinggal pesan saja ke oleh-oleh khas Bali. Tinggal klik, transfer  dan pesanan akan segera dikirim.   Harganya masih sangat terjangkau, per buah itu Rp 3000,- dengan pesanan minimal 20 buah.  Varian rasa ada original, coklat atau kopi. Jangan takut rusak di jalan karena pie susu bisa bertahan 4 hari di luar kulkas. Selain pie susu, banyak lagi jenis oleh-oleh khas Bali di sana seperti kacang disko, salak, bahkan nasi pedas.

Sayur Letuk-letuk

Melihat makanan khas keluarga di anyang pucuak kalikih,  jadi teringat punya janji dengan Titik  untuk  berbagi resep makanan dengan bahan labu kuning. Maaf ya Tanti, janji sudah lama,  dapat labu kuningnya agak susah, tukang sayur jarang bawa sih. Tak asyik jika tak ada fotonya.

Masakan dengan bahan dasar labu kuning bernama letuk-letuk  ini jadi  salah satu makanan  kesukaan untuk melepas selera di keluarga suami.  Lauk pelengkapnya adalah ikan goreng garing dan sambal mentah (hanya cabe, tomat danair jeruk limau).  Sebetulnya bahan sayuran bisa saja diganti dengan sayuran jenis lain tetapi yang disukai adalah kombinasi berikut ini.  Ini dia resep yang diajarkan oleh kakak ipar.

Bahan-bahannya :

  • labu kuning dipotong kotak
  • kacang panjang potong kecil
  • jagung muda / putren iris serong
  • daun kemangi
  • santan secukupnya
  • sereh dan laos dimemarkan
  • daun salam

Bumbu dihaluskan : (jika tak suka pedas, sebagian bumbu boleh diiris saja)

  • bawang merah 7 siung
  • bawang putih 4 siung
  • cabe merah 4 buah
  • garam dan gula secukupnya

Cara membuatnya  pertama kali  didihkan santan dan masukkan bumbu,  beserta sereh, salam dan laos. Setelah mendidih masukkan sayuran satu persatu, kacang panjang, dan labu kuning. Bila semua sudah lembut  masukkan daun kemangi sebentar saja , cukup dilayukan saja dan matikan kompor. Tambahkan garam dan gula sesuai selera.

Catatan dari seorang teman petugas gizi, sebaiknya garam ditambahkan bila masakan tak lagi panas, karena suhu tinggi bisa merusak kandungan ion Iodium di dalam garam, penyebab penyakit gondongan (hipotirodisme).