Tuku dan Bulang…

Kekayaan budaya Indonesia yang beragam sangat menarik dan menakjubkan untuk dipelajari dan dipahami. Apalagi kekayaan adat dari daerahku masih sedikit sekali yang kupahami.

Berikut aku reblog kekayaan khasanan pakaian kebesaran dari wilayah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara seperti yang diceritakan oleh Sondha.

Sondha's Notes

Apa itu TUKU…? Apa itu BULANG….?

Buat teman-teman yang tidk berasal dari Tanah Batak, tuku dan bulang adalah hal yang asing.. Kecuali teman-teman punya pergaulan dan pernah diundang ke pesta-pesta pernikahan yang menggunakan adat Angkola dan Mandailing..

Buat diri ku yang berdarah Batak Angkola…, bulang bukan hal yang asing.. Karena di usia belia, sekitar 10 tahun, aku pernah memakainya dalam salah satu horja (acara adat) yang diadakan keluarga ku..  Meski kadang suka salah sebut dengan bulung.. 😀  Padahal artinya beda banget… Bulung artinya daun…

Tuku Bulang 1So…., apa itu Tuku dan Bulang…?

Tuku itu topi kebesaran adat batak Mandailing dan Angkola, biasa dipakai pengantin pria…  Sedangkan Bulang itu hiasan kepala yang dipakai pengantin perempuan…

Sebenarnya pakaian pengantin Batak Angkola dan Mandailing bukan hanya Tuku dan Bulang…, tapi ada perlengkapan lainnya.. Apa aja?  Gelang besar yang dipakai di lengan atas pada pengantin laki-laki, dan lengan bawah pada pengantin perempuan.  Pada pengantin perempuan juga…

Lihat pos aslinya 702 kata lagi

Fenomena Ritual Bersih Kubur hingga Mayat Berjalan Toraja

Olive's Journey

Siang tadi seorang kawan mendadak memanggil nama saya untuk memberi penjelasan benar tidaknya keterangan yang disebutkan pada sebuah gambar yang diunggah dan menjadi perbincangan di media sosial seharian tadi. Pada gambar tersebut si pengunggah memberi keterangan berikut:

*foto yang anda lihat ini adalah jenazah seorang perempuan (berbaju biru) yang dikondisikan oleh keluarganya untuk berjalan sendiri menuju makamnya, dengan menggunakan mantra tertentu. walau tak lagi kerap dilakukan, tetapi ritual ini terjaga hingga kini.*

Di bawah keterangan itu ditambahkan sebuah tulisan dengan judul yang ditulis  dalam huruf besar RITUAL MAYAT BERJALAN (ALUK TODOLO) TORAJA BARAT, MAMASA.

Lihat pos aslinya 449 kata lagi

Strategi Memerangi Kanker

Penyakit tidak pilih sasaran, mungkin suatu saat saya atau anda bisa terkena. Tapi, mungkin saja ada kita-kita khusus untuk menghindarinya, misalnya hidup lebih sehat. Yuk simak pendapat bunda Lily, seorang penyitas kanker yang kuat dan tabah.

Be Brave n Smart Survivor

Strategi, adalah cara yang tepat untuk mencapai target yang kita inginkan, dan hal ini juga berlaku saat berperang melawan si kanker busuk ini.
Dengan menjalankan strategi yang well prepared, insyaAllah hasil kemenangan akan didapatkan.

Inilah beberapa strategi yang aku lakukan dalam peperangan melawan si kanker busuk ini:

1. Komitmen total untuk memerangi penyakit kanker
2. Dapatkan petunjuk/saran dari medical practitioner yang dapat di percaya.
3. Disiplin tinggi dalam menjalankan berbagai pengobatan ( meskipun melelahkan badan dan kantong, hehehe….)
4. Pola makan yang benar (sehat)
5. Hidup bebas stress.

Lihat pos aslinya 628 kata lagi

Taman Nasional Gunung Leuser – Bukit Lawang

Negara kita kaya dengan keanekaragaman hayati, yaitu flora dan fauna, termasuk salah satunya Orang Utan. Yuk lihat Orang Utan lewat perjalanan wisatanya Noni yang termasuk wisata ramah lingkungan. Iya, wisata ramah lingkungan karena dia hanya mau bawa bekal yang sampahnya bisa ditanam dan didaur ulang secara alamiah.

 

Nonikhairani

Pernahkah kamu melihat ORANG UTAN? yes….orang utan yang populasinya di Sumatera hanya sekitar 6000-an ekor lagi? yang DNA-nya 97-98 % mirip dengan Manusia? yang ternyata hanya ada di Indonesia dan Malaysia? Kalau belon pernah, Please-please rencanakan deh ke sana karena memang menarik sekali.

Ok…..untuk dipersempit lagi saat ini sebenarnya  populasi Orang Utan hanya ada di Sumatera dan Borneo. Saya pakai Borneo karena masih ada orang utan juga di Malaysia dan mereka suka pakai itu untuk iklan-iklan keren mereka yang menyedot banyak wisatawan berkeliaran di hutan mereka daripada dihutan kita. Why?

Menurut Matt, ada fosil Orang Utan ( OU) yang juga ditemukan di Cina, Vietnam dan Cambodia tapi….sejauh ini mereka belum menemukan OU yang masih hidup disana. Itu artinya OU emang langka, gilaa….ya, betapa negara kita masih sangat kaya karena masih tersimpan harta karun yang mesti dijaga/dipelihara berbentuk binatang primata ini. Jangan sampai kita nyesel karena OU akan punah dan kita…

Lihat pos aslinya 411 kata lagi

Phylomemetic: Lagu “Rasa Sayange” Truly Indonesia

Artikel di atas adalah berita ditemukannya cara untuk melacak asal usual suatu lagu, dalam hal ini lagu daerah di Indonesia. Ternyata dengan rumus matematika dan fisika bisa diketahui lagu dari satu daerah mempunyai pola yang sama, sehingga bisa dipastikan Rasa Sayang Sayange berasal dari Maluku, Indonesia.
Ingin tahu lebih lanjut, silahkan menuju link dimaksud di Indonesia Proud.

Indonesia Proud

hokky situngkir di indonesiaproud wordpress comHokky Situngkir masih ingat peristiwa di akhir tahun 80-an itu. Di sebuah pastoral di kampungnya, Sidikalang, Sumatera Utara, dia berdiri di hadapan kakeknya. Bangunan itu sunyi. Di luar, angin kencang sedang bertiup. Sang kakek berhenti menggesek biola.

“Kau dengar suara angin ribut itu?”, tanya sang kakek. Dia menyuruh Hokky menajamkan telinga. Hokky, saat itu masih bocah enam tahun, lalu menyimak desau keras angin.

Si kakek lalu melanjutkan, “Sekarang, adakah kau dengar kicau burung di antara angin ribut itu?”

Sang kakek adalah Liberty Manik atau L.Manik, seorang komponis besar Indonesia, pencipta lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”.

Kini, Hokky berterima kasih pada mendiang kakeknya itu. Lewat L.Manik, telinga alumnus Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) itu diasah mengenal bunyi, dan juga musik. Dia juga akrab dengan lagu tradisional Indonesia. Apalagi, L. Manik juga dikenal ahli Gondang, musik khas Batak.

Hokky adalah anak muda yang menekuni sains, terutama komputasi. Kelompoknya, Bandung Fe…

Lihat pos aslinya 1.085 kata lagi