Extraordinary

 Vespa tua, street photography 

Akhirnya kembali lagi ke Semarang, kembali lagi ke Tugu Muda. Ingat pengalaman datang pertama kali nyasar di wilayah  Simpang Lima, berputar-putar  salah ambil jalan, kembali lagi sampai sadar sudah nyasar ketika sampai di Tugu Muda  dan Lawang Sewu. 

Kali kedua ini tak pakai nyasar lagi, langsung sampai ke tujuan ke Lawang Sewu yang pada saat kunjungan pertama tak bisa didatangi karena sedang renovasi. Akhirnya tuntas rasa penasaran pada Lawang Sewu.

Lawang Sewu yang terletak persis di depan Tugu Muda, penanda kota Semarang, saat itu menjadi garis start pawai atau mungkin touring dalam kegiatan menyemarakkan  Ulang Tahun Hari Kemerdekaan ke 70. Terlambat sampai, hanya bisa membuat foto beberapa buah scooter Vespa  keluaran lama. Vespa motor  keluaran Italia ini masih banyak pemujanya. Banyak Vespa bersliweran tapi pemandangan Vespa kuning ini sungguh berbeda, tak hanya kecintaan pada  benda lawas yang  Extraordinary,  tapi juga kehadirannya mencolok di tengah dominasi nuansa merah putih, apalagi caranya membawa bendera itu lain dari yang lain. 

Photo 101 : Warm

IMG_5469-0.JPG

IMG_5472.JPG
Kehangatan sinar matahari pagi di manapun kurasa sangat menyenangkan apalagi setelah hari sebelumnya hujan turun terus menerus. Kehangatan sinar matahari yang menyembul di antara pepohonan di areal pemakaman ini pun berhasil menghalau suasana beku di situ. Pagi yang sangat indah.

Lukisan Asli Atau Palsu?

Di Sabtu pagi hangat cerah aku berkendara perlahan karena jalan masih longgar dan pada saat yang sama sedang mencari jalan ke lokasi sebuah pertemuan. Demam Batu Akik masih terlihat di sepanjang jalan ibukota, termasuk di daerah Jatinegara. Ada yang agak berbeda di antara gelaran batu cincin di trotoar itu. Dari kendaraanku bisa terlihat sesuatu yang sangat mencolok karena ukuran besarnya dan warnanya yang meriah sangat kontras dengan sekelilingnya. Ada selembar kanvas lukisan tanpa pigura dibentangkan di samping seorang pedagang batu akik.

Baca lebih lanjut

Romantisme Sesungguhnya

Romantisme Sesungguhnya?

Iya, aku berani bilang begitu saat lihat tulisan ini di sebuah motor di depanku. Tak perlu satu buket mawar merah, makan malam dengan sinar lilin, tapi cukup perhatian yang menandakan kasih sayang pada pasangan.

Perbesar gambarnya untuk lihat tulisan ini. “Mohon jaga jarak dan sabar yaa, sedang bonceng ibu hamil”

20140430-120503.jpg