museum

Kalau dirunut ke belakang mungkin karena sejak kecil sudah dikenalkan dengan museum oleh ayahku, maka sampai saat ini museum menjadi tempat wisata favoritku.
Ditambah lagi sewaktu di kelas 5 sd guru kelasku pintar sekali mengajarkan sejarah, dengan cara bercerita peristiwa bersejarah seperti perang Paregreg, Ken Arok dan Ken Dedes.
Dulu aku pernah bercita-cita menjadi ahli sejarah, ingin mempelajari aksara dan bahasa kuno.
Sekarang sebagai orang tua akupun ingin membagi asyiknya mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Pada mulanya anak-anak berkeberatan, tetapi setelah kujanjikan akan ke toko buku setelahnya, mereka akhirnya tertarik.

Kunjungan pertama yaitu museum Sumpah Pemuda di jalan Kramat Raya.
kami datang tepat pukul 08.00 pagi saat pintu museum baru dibuka. Kami pengunjung pertama. Anak-anak terkaget-kaget dengan harga tiket yang murah sekali.
Sebelumnya saya sendiri sudah mendatangi museum ini, mencari informasi cerita yang menarik untuk anak-anak sehingga akhirnya bisa menceritakan kembali kepada mereka.

Kunjungan berikutnya dengan menumpang bajaj ke museum Kebangkitan Nasional ex gedung Stovia di jalan Abdulrachman Saleh. Di sinipun kami sebagai pengunjung pertama.
Museum ini cukup luas dengan halaman yang terawat di bagian tengahnya. Komentar anak-anak :” di sini asyik untuk main sepeda”

Berikutnya kembali dengan bajaj ke musium Nasional.
Musium sudah cukup ramai, banyak rombongan, ada sekelompok turis Jepang dengan pemandu ibu Jepang. Kabarnya di museum Nasional ini ada sekelompok expatriat yang menjadi pemandu sukarela, hanya karena kecintaan akan sejarah. Mungkin beliau salah satunya.
Di sini kami menghabiskan waktu cukup lama karena banyak sekali yang dilihat. Anak-anak antusias melihat arca, sambil bertanya-tanya bagaimana dulu membawanya dari tempat asal arca ditemukan.
Kemudian beralih ke gedung baru dengan penataan yang sangat modern, di sinilah tempat favorit mereka, selain penataannya menarik, lebih informatif dan sejuk pula.
Mereka membaca satu persatu keterangan di tiap benda.

Terakhir museum ke empat yaitu ke museum Bank Mandiri, kali ini dengan bis Trans Jakarta langsung turun di depan museum.
Akhirnya anak-anak cukup puas berkeliling 4 museum dalam 1 hari. Masih banyak lagi museum di sekitar Jakarta yang belum dikunjungi, mudah-mudahan dalam liburan sekolah tahun ini akan disambung ke museum lainnya.

Iklan

4 thoughts on “museum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s